Ayo Mempelajari Manajemen Basis Data!

Membuka Data

Oke, kali ini akan dibahas mengenai data. Dari post-post sebelumnya sih udah berulang kali ngebahas data. Namun gak begitu detil lah, hanya sekadar pengertian semata (ceilah). Nah, kali ini bakal kita kupas tuntas setajam silet (padahal gak mendalam juga sih).

Data
Kita sering sekali mendengar kata data, namun situ yakin tau apa artinya? Mari kita review kembali, data adalah masukan atau bahan mentah yang bersifat fakta. Jadi, data merupakan sumber daya organisasi yang sangat vital dan perlu dikelola seperti aset penting lainnya. Kebanyakan organisasi tidak dapat hidup atau sukses tanpa adanya data internal dan eksternal yang berkualitas. Data internal misalnya dari pribadi sedangkan data eksternal misalnya data dari luar yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan sesuatu. Nah, tanpa data atau sumber daya data ini, sebuah sistem informasi tidak akan terwujud.

Konsep Dasar Data
Data itu terbuat dari apa sih? Jadi gini, secara logis, data sebenarnya diorganisasi ke dalam jenjang-jenjang seperti karakter, field, record, file, dan basis data.
  • Karakter: merupakan data elementer yang dapat dipahami, karakter dapat terdiri atas huruf, angka, atau simbol-simbol khusus.
  • Field: merupakan sekelompok karakter yang mewakili karakteristik dari individu, tempat, barang, atau kejadian. Field ini ibarat kolom pada sebuah tabel yang merepresentasikan suatu atribut.
  • Record: merupakan sekumpulan field data yang saling berhubungan yang menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Record itu sebenarnya sebaris informasi yang memiliki lebih dari satu atribut atau field yang saling berhubungan dan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai individu tertentu. (menurut ane)
  • File: merupakan sekelompok record yang saling berhubungan dan menggambarkan suatu kesatuan data yang sejenis. Contohnya file pegawai, file mahasiswa, dll. Nah, file sendiri ternyata dibedakan menjadi beberapa jenis. File induk, adalah file yang harus atau mutlak ada selama hidup sistem. File transaksi, adalah file yang digunakan untuk merekam data hasil transaksi yang terjadi selama satu periode (misalnya file penjualan). File laporan, adalah file yang berisi informasi yang akan ditampilkan yang biasanya isi file ini diambil terlebih dahulu dari field di satu atau lebih file induk untuk mempersiapkan pembuatan laporan. File sejarah, adalah file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, namun masih disimpan sebagai arsip. File cadangan, adalah salinan dari file-file yang masih aktif di dalam basis data pada suatu saat tertentu.
  • Basis Data: merupakan sekumpulan file yang terstruktur dan terintegrasi sedemikian rupa sehingga proses data dan pencarian data pada file dapat dilakukan dengan mudah. Basis data dapat dikatakan juga sebagai sebuah pangkalan yang berisi data-data yang saling berhubungan.

Pendekatan dalam Mengelola Data
  • File Oriented Approach: Pendekatan ini dapat dikatakan tradisional. Jadi, dalam pendekatan ini sumber data dikumpulkan dalam file-file yang tidak berhubungan satu dengan yang lainnya. Lalu, tiap file hanya dirancang untuk aplikasi tertentu. Pendekatan seperti ini memiliki beberapa kelemahan di antaranya adalah redundansi data, akibatnya kita mesti memodifikasi data yang bersifat duplikatif untuk berbagai file, sangat tidak efisien. Lalu pendekatan seperti ini juga membutuhkan tempat penyimpanan yang besar. Kelemahan berikutnya adalah tidak terjadinya hubungan data (retability).
  • Database Approach: Pendekatan ini merupakan kebalikan dari file oriented approach. Kekurangan pada file oriented approach ditutupi oleh pendekatan ini. Kelebihan pendekatan ini di antaranya duplikasi data dapat dikurangi serta hubungan antardata dapat ditingkatkan.


Jenis Basis Data
  • Basis Data Operasional: Basis data jenis ini menyimpan rincian data yang diperlukan untuk mendukung seluruh operasi perusahaan. Basis data ini juga dapat dikatakan subject area database (SADB), basis data transaksi, dan basis data produksi.
  • Basis Data Analitis: Basis data jenis ini menyimpan data dan informasi yang diperoleh dari operasi yang dipilih dan basis data eksternal. Nah, basis data seperti ini biasanya berisi ringkasan data dan informasi yang paling dibutuhkan oleh manajer perusahaan dan end user.


Struktur Basis Data
Basis data juga memiliki berbagai struktur lho!
  • Struktur Hierarkis: merupakan model yang sesuai digunakan untuk one-to-many relationship. Jadi satu anak hanya memiliki satu orang tua. Bagan gitu lah.
  • Struktur Jaringan: merupakan model yang sesuai digunakan untuk many-to-many relationship. Jadi satu anak dapat memiliki lebih dari satu orang tua. Mirip seperti hierarkis, hanya saja anakan dapat berhubungan dengan banyak orang tua.
  • Struktur Relasional: merupakan model basis data yang paling akrab dan katanya sih model paling baru. Model ini mengurangi kekurangan-kekurangan dari model basis data hierarkis dan jaringan. Pada model ini, semua elemen basis data disimpan dalam bentuk tabel-tabel sederhana.
  • Struktur Multidimensi: merupakan model yang merupakan variasi dari struktur relasional namun menggunakan struktur multidimensional untuk mengatur data dan menyajikan hubungan antardata (nah lho bingung kan..). Multidimensional dapat divisualisasikan sebagai kotak-kotak data dan kotak dalam kotak data (oke, sepertinya semakin membingungkan). Jadi, setiap sisi kotak dianggap sebagai sebuah dimensi dari data. Nah, kalo dosen ane gambarin sih sebenarnya struktur ini seperti kubus yang lebih besar, dan di dalamnya ada kubus kecil-kecil lagi. Setiap sisi kubus kecil-kecil itu merupakan dimensi data yang dapat terhubung satu sama lain kaya di struktur relasional (ini menurut ane aja sih).
  • Struktur Berorientasi pada Objek: merupakan model yang mendukung pewarisan, maksudnya objek-objek baru dapat secara otomatis dibuat dengan mereplikasi beberapa atau semua karakteristik dari satu atau lebih objek asal (orang tua). Mirip dengan istilah vegetatif di biologi lah.


Metode Akses Data
Dalam mengakses data juga ada pake metode segala lho!
  • Akses Berangkai (Sequential Access): merupakan metode di mana record disimpan secara fisik dengan susunan yang diidentifikasikan menurut field kunci pada setiap record.
  • Akses Langsung (Direct Access): merupakan metode di mana record disimpan secara fisik dengan tidak harus disusun dalam suatu rangkaian tertentu pada media penyimpanan.


Oke, materi sampai di sini saja, semoga ilmu kita bertambah ya!

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment